Sejarah Jendral Soedirman di Indonesia

Sejarah Jendral Soedirman di Indonesia

Sejarah Jendral Soedirman di Indonesia

Jendral Besar Raden Soedirman (Sudirman lahir 24 Januari 1916 – meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun ) . Soedirman adalah perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia . Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama . ia secara luas terus di hormati di Indonesia . Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga , Hindia Belanda . Soedirman di adopsi oleh pamannya yang seorang priyai . Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916 . Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin . ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikurel , termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi islam Muhammadiyah . Saat di sekolah menengah , Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada islam . Setelah berhenti kuliah keguruan , pada 1936 ia mulai berkerja sebagai guru , dan kemudian menjadi kepala sekolah , di sekolah dasar Muhammadiyah , ia juga aktiv dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin kelompok pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937 . Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942 , Soedirman tetap mengajar . pada tahun 1944 . ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang menjabat sebagai komandan batallion di Banyumas selama menjabat , Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan namun kemudian diasingkan ke Bogor .

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 . Soedirman melarikan diri dari pusat penahanan , kemudian pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan presiden Soekarno ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas yang dilakukannya setelah mendirikan devisi lokal Badan Keamanan Rakyat . Pasukannya lalu di jadikan bagian dari Devisi V pada 20 Oktober oleh panglima sementara Oerip Soemohardjo dan Soedirman bertanggung jawab atas devisi tersebut . Pada tanggal 12 November 1945 , dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta , Soedirman terpilih menjadi panglima besar sedangkan Oerip yang telah aktif di militer sebelum Soedirman lahir . menjadi kepala staff Sembari menunggu pengangkatan, Soedirman terpilih menjadi memerintahkan serangan terhadap Inggris dan Belanda di Ambarawa .

Pertempuran ini dan penarikan diri tentara Inggris menyebabkan semakin kuatnya dukungan rakyat terhadap Soedirman , dan ia akhirnya di angkat sebagai panglima besar pada tanggal 18 Desember , Selama tiga tahun berikutnya , Soedirman menjadi saksi kegagalan negosiasi dengan tentara Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia , yang pertama Perjanjian Linggarjati yang turut disusun oleh Soedirman dan kemudian Perjanjian Renvilleyang menyebabkan Indonesia harus mengembalikan wilayah yang di ambilnya dalam Agresi Milliter I kepada Belanda dan penarikan 35.000 tentara Indonesia Dewapoker . Ia juga mengahadapi pemberontakan dari dalam , termasuk upaya kedua pada 1948 . Ia kemudian menyalahkan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai penyebab penyakit tuberkulosis nya . Karena infeksi tersebut , paru-paru kanannya di kempeskan pada bulan November 1948 .

Riwayat Semua Pahlawan Jendral Sudirman

Pada tanggal 19 Desember 1948 , beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit , Belanda melancarkan Agresi Milliter II untuk menduduki Yogyakarta . Di saat pemimpin-pemimpin politi berlindung di kraton sultan , Soedirman , beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya , melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan griliya selama tujuh bulan . Awalnya mereka diikuti oleh pasukan Belanda , tetapi Soedirman dan pasukannya berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Sobo , di dekat Gunung Lawu . Dari tempat ini , ia mampu mengomandi kegiatan milliter di Pulau Jawa , termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 . Meskipun ingin terus melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Belanda , ia dilarang oeh Presiden Soekarno , Penyakit TBC yang diidapnya kambuh , ia pensiun dan pindah ke Magelang Soedirman wafat kurang lebih satu bulan saru bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki , Yogyakarta .

Kemantian Soedirman menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia . Bendera setengah tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara pemakaman . Soedirman terus dihormati oleh rakyat Indonesia . Perlawanan geriliyanya ditetapkan sebagai sarana pengembangan ” espirit de corps ” bagi tentara Indonesia , dan rute griliya sepanjang 100-kilometer (62 mil) yang ditempuhnya harus diikuti oleh taruna Indonesia sebelum lulus dari Akademi Milliter , Soedirman ditampilkan dalam uang kertas rupiah keluaran 1968 , dan namanya diabadikan menjadi nama sejumlah jalan , universitas , museum , dan monumen . Pada tanggal 10 Desember 1964 , ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia .

Kehidupan Awal Jendral Sudirman di Indonesia

Soedirman lahir dari pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem saat pasangan ini tinggal i rumah saudari Siyem yang bernama Tarsem di Rembang , Bodas Karangjati , Purbalingga , Hindia Belanda . Tarsem sendiri bersuamikan seorang camat bernama Raden Cokrosunaryo . Menurut catatan keluarga , Soedirman – dinamai oleh pamannya – lahr pada Minggu pon di bulan Maulud dalam penaggalan Jawa , pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 24 Januari 1916 sebagai hari ulang tahun Soedirman . Karena kondisi keuangan Cokrosunaryo yang lebih baik , ia mengadopsi Soedirman dan memberinya gelar Raden , gelar kebangsawan pada suku Jawa Soedirman tidak di beritahu bahwa Cokrosunaryo bukanlah ayah kandungnya sampai ia berusia 18 tahun . Setelah Cokrosunaryo pensiun sebagai camat pada akhir 1916 . Soedirman ikut dengan keluarganya ke Manggisan , Cilacap . Ditempat inilah ia tumbuh besar di Cilacap , Karsid dan Siyem memiliki putara lain bernama Muhammad Samingan . Karsid meninggal dunia saat Soedirman berusia enam tahun , dan Siyem menitipkan kedua putranya pada saudara iparnya dan kembali ke kampung halaman di Parakan Onje , Ajibarang .

Soedirman dibesarkan dengan cerita-cerita kepahlawanan , juga diajarkan etika dan tata krama serta etos kerja dan kesederhanaan “wong cilik” . atau rakyat jelata . Untuk pendidikan agama , Ia dan adiknya mempelajari islam di bawah bimbingan Kyai Haji Qahar , Soedirman adalah anak taat agama dan selalu shalat tepat waktu . Ia dipercaya untuk mengumandangkan adzan dan iqamat . Saat berusia tujuh tahun Soedirman terdaftar di sekolah pribumi (hollandsch iniandsche school) . Meskipun hidup berkecukupan , keluarga Soedirman bukanlah keluarga kaya . Selama menjabat sebagai camat . Cokrosunaryo tidak mengumpulkan banyak kekayaan , dan di Cilacap ia berkerja sebagai penyalur mesin jahit singer .

Pada tahun kelimaanya bersekolah , Soedirman diminta untuk berhenti sekolah sehubungan dengan ejakan yang diterimanya di sekolah milik pemerintah , permintaan ini awalnya ditolak , namun Soedirman dipinfahkan ke sekolah menengah milik Taman Siswa pada tahun ketujuh sekolah . Pada tahun kedelapan , Soedirman pindah ke Sekolah Menengah Wirotomo , setelah sekolah Taman Siswa ditutup oleh Ordonansi Sekolah liar karena diketahui tidak terdaftar . Kebanyakan guru Soedirman di  Wirotomo adalah nasionalis Indonesia , yang turut mempengaruhi pandangannya terhadap penjajah Belanda . Soedirman belajar dengan tekun di sekolah gurunya Tirtosupono menyatakan bahwa Soedirman sudah mempelajari pelajaran tingkat dua di saat kelas masih mempelajari pelajaran tingkat satu . Meskipun lemah dalam pelajaran kaligrafi Jawa , Soedirman sangat pintar dalam pelajaran matematika , ilmu alam dan menulis , baik bahasa Belanda maupun Indonesia Soedirman juga menjadi semakin taat agama di bawah bimbingan gurunya Raden Muhammad Kholil .

Teman-teman sekelasnya memanggilnya ‘haji’ karena ketaatannya dalam beribadah dan Soedirman juga memberikan ceramah agama kepada siswa yang lain . Selain belar dan beribadah Soedirman juga berpatisipasi dalam kelompok musik sekolah dan bergabung dengan tim sepak bola sebagai bek . Kematian Cokrosunaryo pada tahun 1934 menyebabkan keluarganya jatuh miskin , namun ia tetap diizinkan untuk melanjutkan sekolahnya tanpa membayar samapi ia lulus pada akhir tahun . Setelah kepergian ayah tirinya Soedirman mencurahkan lebih banyak waktunya untuk mempelajari Sunnah dan doa . Pada usia 19 tahun Soedirman menjadi guru peraktik di Wirotomo .

Saat bersekolah di Wirotomo Soedirman adalah anggot Perkumpulan Siswa Wirotomo , jlub drama , dan kelompok musik ia membantu mendirikan cabang Hizboel Wathan , sebuah organisasi Kepanduan Putra milik Muhammadiyah Soedirman menjadi pemimpin Hizboel Wathan cabang Cilacap setelah lulus dari Wirotomo tugasnya adalah menentukan dan merencanakan kegiatan kelompoknya Soedirman menekankan perlunya pendidikan agama bersikeras bahwa kontingen dari Cilacap harus menghadiri konferensi Muhammadiyah di seluruh jawa ia mengajari para anggota muda Hizboel Wathan tentang sejarah islam dan pentingnya morallitas , sedangkan pada anggota yang lebih tua ia berlakukan disiplin milliter .

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

SULTAN HASANUDDIN ( lahir di gowa sulawesi selatan 12 januari 1631 ) Raja gowa ke 16 dan pahlwan indonesia yang terlahir dengan nama ” I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape ” . Sebagai nama pemberian daro qadi islam kesultanan gowa yakni syeikh sayyid jalalludin bin ahmad bafaqih , seorang mursyid tarekat baharunnur baalwy sulawesi selatan sekaligus guru terekat syeikh yusuf dan sultan hasanudin .

SULTAN HASANUDDIN merupakan anak keduan dari Raja Gowa ke 16 . I Manuntungi Daeng Mattola , Karaeng Lakiung yang bergeral Sultan Malikussaid dan ibunya bernama I Sabbe To’mo Lkuntu yang merupakan Putri bangsawan Laikang .

SULTAN HASANUDDIN juga mempunyai seoarang saudara perempuan yang bernama I Patimang Daeng Nisaking Bonto Je’ne yang kemudian menjadi permaisuri Sultan Bima Rajapoker , Ambela Abdul Chair Sirajudin .

Sejak kecil SULTAN HASANUDDIN sudah memperlihatkan jiwa kepemimpinan sebegai seorang pemimpin masa depan Kecerdasan dan Kerajinan beliau dalam belajar sangat menonjol dibanding saudara-saudaranga yang lain .

Wafat Sultan Alauddin dan Pengangkat Sultan Malikussaid sebegai Raja Gowa ke-15 .

Pada umur 8 tahun . Sultan Alauddin mangkat setelah memerintah setelah 46 tahun . Hasanuddin merasa sangat sedih sekali . Kemudian ayah nyaa Sultan Malikussaid kakek beliau menajdi Raja Gowa ke-15 . Beliau di lantik pada tanggal 15 juni 1639 .

Selama kepemimpinan nyaa Sultan Malikussaid kerap kali mengajak Hasanuddin yang masih berusia remaja untuk menghadiri perundingan-perundingan penting . Hal ini tiada lain dilakukan untuk mengajarkan Sultan Hasanuddin tentang ilmu pemerintahan , diplomasi dan strategi peperangan .

Sultan Hasanuddin beberapa kali menjadi utusan , sekaligus membawa amanah mewakili ayahnya mengunjungi kerajaan nusantara dengan membawa titah persatuan nusantara . Terutama pada daerah-daerah dalam gabungan pengawalan kerajaan Gowa .

Menjelang umurnya 21 tahun . Sultan Hasanuddin dipercaya untuk menjabat urusan Pertahanan Kerajaan Gowa damn banyak membantu ayahnya mengatur pertahanan guna menangkis serangan Belanda yang saat itu mulai dilancarkan .

Pengangkatan Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa ke-16 .

I Mallombasi Daeng Mattawang dinobatkan menjadi Raja Gowa ke-16 dengan gelar Sultan Hasanuddin pada bulan November 1653 menggantikan ayahnya pada saat beliau berusia 22 tahun. Sultan Hasanuddin bukanlah putra mahkota yang mutlak menjadi pewaris kerajaan , di karenakan derajat kebangsawanan ibunya lebih rendah dari ayahnya .

Sultan Hasanuddin diangkat menjadi raja karena pesan dari ayahnya sebelum wafat . Wasiat dari Raja kepada Sultan Hasanuddin disetujui oleh Mangkubumi kerajaan Karaeng Pattingaloang . Karena melihat sidat-sifat Hasanuddin yang tegas , berani dan juga memiliki kemampuan serta pengetahuan yang luas .

Kerajaan Gowa Menentang Usaha Monopoli VOC

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sultan Hasanuddin melanjutkan perjuangan ayahandanya melawan VOC yang menjelaskan monopoli perdagangannya di Indonesia bagian timur . VOC menganggap orang-orang Makasar dan Kerajaan Gowa sebagai penghalang dan saingan berat . Bahkan VOC menganggap sebagai musuh yang sangat berbahaya .

Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa ketika Belanda sedang berusaha menguasai hasil rempah-rempah dan monopoli hasil perdagangan wilayah timur Indonesia . Salah satu caranya adalah melarang orang Makasar berdagang dengan musuh-musuh Belanda seperti Portugis dsb .

Tentu saja keinginan belanda ditolak mentah-mentah Raja gowa . Kerajaan Gowa menentang dengan keras hak monopoli yang hendak dijalankan VOC , Sultan Alaudin , Sultan Muhammad Said , dan Sultan Hasanuddin berpendirian sana , Bahwa tuhan meciptakan bumi dan lautan untuk dimiliki dan dipakai bersama .

Itu sebabnya Kerajaan Gowa menentang usaha monopoli VOC dan ini yang membuat Voc berusaha untuk menghancurkan dan menyingkirkan Kerajaan Gowa , Kerajaan Gowa pada saat itu merupakan kerjaan terbesar ysng menguasai jalur perdagangan .

Peperangan Melawan Belanda dan Perjanjian Bongaya

Dalam perjalanannya , terjadi pertempuran yang berlangsung di medan perang Sulawesi Selatan antara orang-orang Makasar yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin dengan VOC dipimpin Laksamana Spellman .

Tahub 1666 , di bawah kepemimpinan Laksamana Cornelis Spellman , Belanda berusaha menundukkan kerajaan – kerajaan kecil , tetapi mereka belum berhasil menundukkan Kerajaan Gowa . Karena Sultan Hasanuddin berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan – kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Belanda .

Pertempuran – pertempuran terus berlangsung begitu pula selalu diadakannya berbagi perjanjian perdamaian dan gencatan senjata , namun selalu dilanggar oleh VOC dan merugikan Kerajaan Gowa .

Pada saat peperangan Belanda terus menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah . Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bungaya , Pada 18 November 1667

Setelah merasa Perjanjian bungaya itu sangat merugikan bagi rakyat dan Kerajaan Gowa , akhirnya pada 12 April 1668 perang kembali pecah .

Sultan Hasanuddin memberikan perlawanan sengit . Bantuan tentara dari luar , menambah kekuatan pasukan Belanda , hingga akhirnya berhasil menerobos benteng terkuat Kerajaan Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 24 Juni 1669 .

Sultan Hasanuddin Turun Tahta

Setelah kekalah yang di derita Kerajaan Gowa dan mundurnya Sultan Hasanuddin dari Benteng Sombaopu ke Benteng Kale Gowa , maka usaha Spellmen memecah belah persatuan Kerajaan Gowa terus dilancarkan .

Usaha ini berhasil , setelah diadakan ” pengampunan umum ” . Siapa yang mau menyerah diampuni Belanda . Beberapa pembesar kerajaan menyatakan menyerah . Karaeng Tallo dan Karaeng Lengkese menyatakan tunduk pada Perjanjian Belanda .

Sultan Hasanuddin sudah bersumpah tidak akan sudi bekerja sama dengan penjajah Belanda . Pada taggal 29 Juni 1669 Sultan Hasanuddin meletakkan jabatan sebagai Raja Gowa ke-16 setelah selama 16 tahun berperang melawan penjajah dan berusaha memepersatukan kerajaan Nusantara.

Sebagai penggantinya ditunjuk putra nya I Mappasomba Daeng Nguraga Bergelar Sultan Amir Hamzah . Sesudah turun tahta , Sultan Hasanuddin banyak mencurahkan waktunya sebagai pengajar Agama Islam dan berusaha menanamkan rasa kebangsaan dan persatuan .

Wafatnya Sultan Hasanuddin

Pada hari kamis tanggal 12 juni 1670 bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1081 Hijrah . Sultan Hasanuddin wafat usia 39 tahun . Beliau dimakamkan disuatu bukit di pemakaman Raja-raja Gowa di dalam benteng Kale Gowa di Kampung Tamalate.

I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Sultan Hasanuddin Tumenanga RI Balla’Pangkana telah tiada . Tetapi semangatnya tetap berkobar di dada setiap insan bangsa yang mendambakan perdamaian dan kebebasan di Bumi Pancasila ini .

Nama Sultan Hasanuddin abadi dalam dada . Menghormati jasanya dengan mengabadikan namanya menjadi nama jalan pada hampir disetiap Kota di Nusantara . Universitas Hasanuddin sebagai salah satu universitas termuka di Indonesia bagian Timur , mempergunakan namanya dan memakai lambangnya “Ayam Jantan Dari Timur ” .

Komando Daerah Militer ( KODAM ) XIV Hasanuddin mengabadikan namanya dan menjadikan semboyang ” Abbatireng RI Pollipukku” ( setia pada Negeriku ) . Dan dengan keputusan Presiden RI No.087?TK?tahun1973 tanggal 6 Novembar 1973 . Sultan Hasanuddin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional . Untuk menghargai jasa-jasa kepahlawanannya .

History Pahlawan Kapitan Pattimura di Indonesia

History Pahlawan Kapitan Pattimura di Indonesia

History Pahlawan Kapitan Pattimura di Indonesia

Onlinecheapestpricecytotec – Biografi Kapitan Pattimura. Beliau ialah satu di antara pahlawan nasional Indonesia yang hadir dari Maluku yang dikenal demikian gigih menantang penjajah Belanda.

Mengenai profile Pattimura, Ada beberapa opini yang mengatakan jika Pattimura memiliki nama asli Thomas Matulessy ada juga yang mengatakan nama aslinya yakni Ahmad Lussy. Perihal seperti ini sampai sekarang ini jadi permasalahan dikalangan beberapa orang.

Pembicaraan Mengenai Asal Pendapat Pattimura

Bapak Pattimura bernama Frans Matulessy dan ibunya bernama Fransina Tilahoi, Pattimura lahir pada tanggal 8 Juni 1783, di tempat bernama Haria di daerah Saparua, Maluku Tengah menurut vs pemerintah Indonesia. M. Sapija yang menulis buku mengenai Sejarah Perjuangan Pattimura (1954) , mengatakan jika Pattimura lahir di daerah bernama Hualoy, Seram Selatan, dia menulis :

” . . . Jika pahlawan Pattimura termasuk juga turunan bangsawan dan hadir dari Nusa Ina (Seram) . Bapak beliau yang bernama Antoni Mattulessy yakni anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini yakni putra raja Sahualu. Sahualu bukan nama orang akan tetapi nama satu negeri yang ada pada sebuah teluk di Seram Selatan – M. Sapija (1954) .

Lantas sejarawan Prof. Mansyur Suryanegara punya opini beda dalam bukunya yang berjudul Api Sejarah (2009) mengatakan jika nama asli Pattimura yakni Ahmad Lussy atau dalam bhs Maluku disebutkan menjadi Mat Lussy yang lahir di Hualoy, Seram Selatan. Pattimura menurut Mansyur yakni seorang bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang waktu itu diperintah oleh Sultan Abdurrahman yang juga dikenal dengan nama Sultan Kasimillah. Dalam bhs Maluku dimaksud

Dari sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, gelar Kapitan yakni pemberian Belanda. Walaupun sebetulnya menurut Sejarawan Prof. Mansyur Suryanegara, leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, yakni homo religiosa (makhluk agamis) . Keyakinan mereka dalam satu perihal potensi di luar jangkauan akal fikiran mereka, mengakibatkan tafsir poker88 yang sulit di proses rasio modern. Oleh karena itu, tingkah laku sosialnya dikontrol beberapa potensi alam yang mereka takuti.

Jiwa mereka menyatu dengan beberapa potensi alam, kesaktian-kesaktian istimewa yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu lantas diterima jadi satu perihal peristiwa yang mulia dan suci. Jika dia melekat pada orang, jadi orang itu yakni lambang dari potensi mereka. Ia yakni pemimpin yang dilihat memiliki kharisma.

Sifat-sifat itu melekat dan berproses turun-temurun. Walau lantas mereka sudah memeluk agama, tapi dengan genealogis/silsilah/keturunan yakni turunan pemimpin atau kapitan. Dari sinilah sebenarnya panggilan ” kapitan ” yang melekat pada diri Pattimura itu bermula menurut Prof. Mansyur Suryanegara.

Mengenai Silsilah Pattimura, Pada th. 1960an pemerintah Indonesia kirim team ke maluku, team ini terdiri dari Kapten Siahainenia dengan Kapten TNI Ma’wa mereka dari dari Kodam XV/Pattimura pergi ke Saparua dalam misi menggali sejarah Pattimura. team ini menyurati Subuh Patty Ayau seorang (Raja) Negeri Latu, desa yang bertetangga dengan Desa Hualoy.

Mereka memohonnya untuk membawa data atau informasi mengenai Kapitan Pattimura, setelah didapatkan banyak tips dari masyarakat Saparua. Lantas lima orang diutus jadi perwakilan Raja Latu yang membawa data dan informasi mengenai sejarah Kapitan Pattimura pada dua perwira TNI.

Tanggal 20 Mei 1960 Kapten Infantri F. L. Siahainenia dan Wattimena ditandatangani satu rincian silsilah dari Itawaka tentang Thomas Matulessy oyang berjudul Turun Temurun Kapitan Matulessy. Silsilah ini baru ditandatangani oleh wakil pemerintah negeri Itawaka bernama A. Syaranamual, pada 26 Mei 1967 yang setelah itu disahkan di Jakarta dan ditandatangani oleh Frans Hitipeuw atas nama Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Ditjenbud, Depdikbud. Rincian silsilah tersebut menjadi rujukan mengenai sejarah Kapitan Pattimura menurut vs pemerintah.

History Pahlawan Kapitan Pattimura di Indonesia

History Pahlawan Kapitan Pattimura di Indonesia

Di tanggal 28 Mei 1967, F. D. Manuhutu mengatasnamakan Ketua Saniri Negeri Haria, dia ditandatangani satu rincian silsilah Thomas Matulessy berjudul Silsilah Pattimura, Silsilah ini berbeda di nama bapak Thomas Matulessy. Vs Itawaka menjelaskan nama bapak Thomas dengan Frans Matulessy, tengah vs Haria menjelaskan nama bapak Thomas dengan Frans Pattimura.

Rincian silsilah Thomas vs Haria ini ditandatangani Frans Hitipeuw atas nama Pemerintah pada 5 Oktober 1987. Jadi di hari yang sama, Frans Hitipeuw atas nama Pemerintah mengesahkan dua rincian silsilah Thomas Matulessy. Lantas pada bln. September 1976, ada vs beda mengenai rincian silsilah Thomas Matulessy yang diberi judul Silsilah Pattimura vs Ulath. Vs ini diatur oleh I. O. Nanulaita.

Lantas pada tanggal 5-7 Nopember 1993, diadakan satu komune ilmiah seminar tentang sejarah perjuangan Pahlawam Nasional Pattimura di Kodam XV Pattimura yang di hadiri oleh beberapa ahli sejarah, analis, dan pemerhati sejarah. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Kanwil Depdikbud Provinsi Maluku di Ambon. Tapi sampai selesainya Seminar, belumlah dapat juga di yakinkan siapa tokoh Kapitan Pattimura yang sebetulnya (Suara Maluku edisi 8 November 1993) .

Perjuangan dan Perlawanan Pattimura Pada Belanda
Awal mulanya kerjakan perlawanan pada VOC dia sudah sempat berkarier dalam militer jadi sisa sersan Militer Inggris. Kata ” Maluku ” hadir dari bhs Arab Al Mulk atau Al Malik yang berarti Tanah Raja-Raja. mengingat saat itu banyak kerajaan

Pada th. 1816 pihak Inggris menyerahkan kekuasaannya kepada pihak Belanda dan lantas Belanda menetrapkan kebijaksanaan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente) , perpindahan penduduk serta pelayaran Hongi (Hongi Tochten) , serta menyepelekan Traktat London I salah satunya dalam masalah 11 berisi ketentuan jika Residen Inggris di Ambon harus merundingkan dahulu perpindahan koprs Ambon dengan Gubenur.

Dan dalam persetujuan itu ikut tertera dengan jelas bila pemerintahan Inggris tuntas di Maluku jadi beberapa serdadu-serdadu Ambon harus dibebaskan dalam artian mempunyai hak untuk pilih untuk masuk dinas militer pemerintah baru atau keluar dari dinas militer, walaupun begitu dalam pratiknya pemindahn dinas militer ini dipaksakan Kedatangan kembali kolonial Belanda pada th. 1817 mendapatkan rintangan keras dari rakyat.

Perihal seperti ini karena kondisi politik, ekonomi, dan jalinan kemasyarakatan yang buruk selama dua masa. Rakyat Maluku selanjutnya bangun mengusung senjata di bawah pimpinan Kapitan Pattimura Jadi saat pecah perang menantang penjajah Belanda th. 1817

Raja-raja Patih, Beberapa Kapitan, Tua-tua Rutinitas dan rakyat mengangkatnya jadi pemimpin dan panglima perang karena mempunyai pengalaman dan memiliki sifat-sfat kesatria (kabaressi) . Jadi panglima perang, Kapitan Pattimura mengendalikan strategi perang dengan pembantunya.

Sejarah Awal Bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI)

Sejarah Awal Bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI)

Sejarah Awal Bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI)

Onlinecheapestpricecytotec – Partai Komunis Indonesia (PKI) sebelum peristiwa berdarah biasa disebut G30S/PKI yang sangat populer di tahun 1965. Ternyata Partai ini menjadi momok yang membusuk di negeri kami yaitu Indonesia. PKI ini sangat banget dikenal di bangsa ini yang mempunyai logo atau yang berlambangkan Palu dan Arit.

PKI ini merupakan partai politik beraliran komunis non-penguasa terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan China. Partai ini memiliki sejarah panjang sejak awal terbentuk tahun 1914 hingga dibubarkan tahun 1965 dan di nyatakan sebagai partai dilarang di bangsa Indonesia.

Awal Berdirinya Partai Komunis Indonesia (PKI)

Terbentuk nya Partai Komunis Indonesia (PKI) di pelopori oleh seorang sosialis yang berasal dari negara kincir angin yaitu Belanda yang bernama Henk Sneevliet dengan membentuk sebuah tenaga kerja dengan nama Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) di tahun 1914. ISDV mempelopori untuk dilakukan nya pemberontakan melawan pemerintah kolonial. Pada tahun 1917 ada seorang kelompok membentuk blok aliran anti kolonial bernama Sarekat Islam (SI).

Adanya perselisihan anggota terutama di 2 kota yaitu Yogyakarta dan Semarang. Membuat Sarekat Islam (SI) melakukan disiplin partai dengan melarang anngota nya untuk mendapatkan gelar ganda di kancah perjuangan pergerakan Indonesia. Hal tersebut sebagian anggota yang beraliran komunis membuat nya sangat marah dan memutuskan untuk keluar dari Sarekat Islam (SI).

Para anggota yang keluar kemudian memiliki rencana untuk membentuk partai baru yaitu bernama ISDV pada tahun 1920 yaitu di wilayah Semarang. ISDV kemudian berganti nama menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) dan Semaoen lah yang menjadi ketua partai nya. Hingga akhir nya tahun 1924 partai ini berganti nama kembali yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sejarah Awal Bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI)

Perkembangan Partai Komunis Indonesia (PKI)

Pada tahun 1926 PKI melakukan pemberontakan di Jawa Barat dan Sumatra Barat, Meskipun pemberontak ini dihabiskan oleh tentara kolonial hingga akhir nya partai ini dilarang. Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 18 September , pemimpin PKI yang bernama Amir Syarifudin bersama Muso mempunya rencana untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia dan Madiun. Pemberontakan tersebut merupakan bentuk ketidak puasan terhadap pemerintah Presiden Soekarno dan Moh.Hatta.

Pada tanggal 30 September 1948, Partai Komunis Indonesia (PKI) berupaya penumpasan PKI berhasil dilakukan oleh para Tentara Indonesia (TNI) untuk menembak mati pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) yang bernama Muso. Sedangkan Pemimpin yang satu lagi yang bernama Amir Syarifudin dan semua kelompok nya dijatuhkan hukuman mati oleh pemerintah Indonesia yang di pimpin oleh Presiden Soekarno.

Baca Juga : Sejarah Penjajahan Yang Ada di Indonesia Merdeka

Kebangkitan G30SPKI

Bangkit nya G30SPKI pada tahun 1950-an , Partai Komunis Indonesia (PKI) di bawah pimpinan D.N.Aidit berhasil mengambil posisi sebagai partai nasionalis. Dibawah pimpinan nya D.N.Aidit Partai Komunis Indonesia (PKI) berkembang pesat , awal nya hanya beranggotakan sekitar 5000 orang namun pada tahun 1959 anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) meningkat menjadi 1,5 juta orang. Bahkan di tahun 1955 pun Partai Komunis Indonesia (PKI) berhasil menduduki posisi keempat dalam pemilu.

Gerakan G30SPKI  sebelum terjadi nya tragedi pemberontakan , Chaerul Shaleh menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) sedang melakukan rencana kudeta. Pada tanggal 30 September 1965 , Gerwani dan pemuda rakyat yang merupakan organisasi pembentukan Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan unjuk rasa di Jakarta sebagai bentuk protes atas krisis inflasi yang melanda Indonesia pada saat itu. Pada tanggal 30 September 1965 sebanyak 7 anggota TNI AD dibunuh dan dibuang di sumur lubang buaya. Keesokan hari nya , Dewan Revolusi menyatakan bahwa mereka telah merebut kekuasaan melalui G30S.

Pada Tanggal 30 September 1965 di malam hari sejumlah prajurit Tjakrabirawa pimpinan Letkol Untung bergerak menculik 6 jendral dan 1 orang kapten Komandan TNI AD yaitu :
– Jendral Ahmad Yani
– Letnan Jendral Suprapto
– Letnan Jendral MT Haryono
– Letnan Jendral S Parman
– Mayor Jendral Dl Panjaitan
– Mayor Jendral Sutoyo Siswomiharj
– Kapten Pierre Tendean

Jenazah mereka kemudian ditemukan disebuah sumur Di Lubang Buaya , Jakarta.
Panglima TNI Jendral AH Nasution lolos , namun putri nya Ade Irma Suryani tewas, sementara ajudan nya, Kapten Pierre Tendean , jadi korban , diculik bersama enam jendral. Panglima Kostrad, Mayjen Soeharto bergerak cepat memadamkan pemberontakan perburuan pada para pelaku G30S dilakukan sangat cepat. Partai Komunis Indonesia (PKI) dinyatakan berada di balik gerakan pengambil alih kekuasaan dengan kekerasan, Dan para tokoh atau anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) diburu besar – besaran dan di tangkap oleh para anggota TNI.

Para Tokoh – Tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI)

Sebagian tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) diadili di mahkamah Militer Luar Biasa (MAHMILUB) sebagian dijatuhi hukuman mati. Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) yang bernama D.N.Aidit yang dituding merancang gerakan ini bersama ketua Biri Chusus Partai Komunis Indonesia (PKI) , Sam Kamaruzzaman melarikan diri ke Jawa Tengah, namun kemudian mereka di tangkap dan di bunuh. Terjadi penangkapan besar – besaran terhadap para anggota atau siapapun yang di anggap simpatisan atau terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) atau organisasi – organisasi yang diidentikan oleh komunis seperti Lekra poker88 , CGMI , Pemuda Rakyat , Barisan Tani Indonesia (BTI) , Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI) DLL.

Sejumlah laporan menyebutkan yang terbunuh setidak nya kurang lebih 500.000 jiwa di berbagai daerah khusus nya yaitu di pulau Jawa dan Bali. Ada berbagai kelompok turun ke jalan menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebagian mahasiswa menghancurkan markas Partai Komunis Indonesia (PKI) di berbagai daerah. Semua yang berkaitan PKI akan di hancur leburkan dan tidak ada yang tersisa oleh para TNI. Puluhan ribu orang dibuang ke Pulau Buru dipekerjakan tanpa pengadilan termasuk sastrawan yang sangat mendunia yang bernama Pramoedya Ananta Toer. Dan akhir nya G30S menandai naik nya Mayjen Soeharto dan jatuh nya Presiden Soekarno.

Pemerintahan Orde Baru Di Bentuk

Pemerintah Orde baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Begitu banyak versi , tafsir , wacana. Juga begitu banyak korban kebencian dan saling tuding. Sampai sekarang berbagai upaya dan niat untuk menuntaskan tutup buku dari bab gelap sejarah indonesia itu tak kunjung berhasil.

Partai masih gelap sama sekali tentang perlu nya bersatu dengan borjuasi nasional dimana slogan Partai ialah ”Sosialisme Sekarang Juga” , ”Soviet Indonesia” , ”Diktator Ploretariat”. Penyelewengan ke kiri dari pada Partai ini dikritik secara tepat dan kena oleh kawan stalin dalam pidatonya dimuka pelajar – pelajar Universitas Rakyat Timur pada tanggal 18 Mei 1925 , dimana dikatakan nya bahwa penyelewengan ke kiri ini mengandung bahaya mengisolasi Partai dari massa dan mengubah Partai menjadi Sekte.

Penyakit komunisme yang menhinggapi partai memang telah mengubah partai menjadi suatu sekte. Telah mengisolasi Partai dari massa rakyat yang luas dan ini memudahkan kekuasaan kolonial yang ganas untuk menghancurkan partai. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh kawan Stalin bahwa perjuangan yang teguh melawan penyelewengan ini adalah syarat yang penting untuk melatih kader – kader yang sungguh – sungguh revolusioner bagi tanah – tanah koloni dan negeri – negeri tergantung di Timur. Kebenaran perkataan kawan Stalin ini sangat di rasakan dalam perkembangan Partai Komunis Indonesia (PKI).