Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

SULTAN HASANUDDIN ( lahir di gowa sulawesi selatan 12 januari 1631 ) Raja gowa ke 16 dan pahlwan indonesia yang terlahir dengan nama ” I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape ” . Sebagai nama pemberian daro qadi islam kesultanan gowa yakni syeikh sayyid jalalludin bin ahmad bafaqih , seorang mursyid tarekat baharunnur baalwy sulawesi selatan sekaligus guru terekat syeikh yusuf dan sultan hasanudin .

SULTAN HASANUDDIN merupakan anak keduan dari Raja Gowa ke 16 . I Manuntungi Daeng Mattola , Karaeng Lakiung yang bergeral Sultan Malikussaid dan ibunya bernama I Sabbe To’mo Lkuntu yang merupakan Putri bangsawan Laikang .

SULTAN HASANUDDIN juga mempunyai seoarang saudara perempuan yang bernama I Patimang Daeng Nisaking Bonto Je’ne yang kemudian menjadi permaisuri Sultan Bima Rajapoker , Ambela Abdul Chair Sirajudin .

Sejak kecil SULTAN HASANUDDIN sudah memperlihatkan jiwa kepemimpinan sebegai seorang pemimpin masa depan Kecerdasan dan Kerajinan beliau dalam belajar sangat menonjol dibanding saudara-saudaranga yang lain .

Wafat Sultan Alauddin dan Pengangkat Sultan Malikussaid sebegai Raja Gowa ke-15 .

Pada umur 8 tahun . Sultan Alauddin mangkat setelah memerintah setelah 46 tahun . Hasanuddin merasa sangat sedih sekali . Kemudian ayah nyaa Sultan Malikussaid kakek beliau menajdi Raja Gowa ke-15 . Beliau di lantik pada tanggal 15 juni 1639 .

Selama kepemimpinan nyaa Sultan Malikussaid kerap kali mengajak Hasanuddin yang masih berusia remaja untuk menghadiri perundingan-perundingan penting . Hal ini tiada lain dilakukan untuk mengajarkan Sultan Hasanuddin tentang ilmu pemerintahan , diplomasi dan strategi peperangan .

Sultan Hasanuddin beberapa kali menjadi utusan , sekaligus membawa amanah mewakili ayahnya mengunjungi kerajaan nusantara dengan membawa titah persatuan nusantara . Terutama pada daerah-daerah dalam gabungan pengawalan kerajaan Gowa .

Menjelang umurnya 21 tahun . Sultan Hasanuddin dipercaya untuk menjabat urusan Pertahanan Kerajaan Gowa damn banyak membantu ayahnya mengatur pertahanan guna menangkis serangan Belanda yang saat itu mulai dilancarkan .

Pengangkatan Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa ke-16 .

I Mallombasi Daeng Mattawang dinobatkan menjadi Raja Gowa ke-16 dengan gelar Sultan Hasanuddin pada bulan November 1653 menggantikan ayahnya pada saat beliau berusia 22 tahun. Sultan Hasanuddin bukanlah putra mahkota yang mutlak menjadi pewaris kerajaan , di karenakan derajat kebangsawanan ibunya lebih rendah dari ayahnya .

Sultan Hasanuddin diangkat menjadi raja karena pesan dari ayahnya sebelum wafat . Wasiat dari Raja kepada Sultan Hasanuddin disetujui oleh Mangkubumi kerajaan Karaeng Pattingaloang . Karena melihat sidat-sifat Hasanuddin yang tegas , berani dan juga memiliki kemampuan serta pengetahuan yang luas .

Kerajaan Gowa Menentang Usaha Monopoli VOC

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sejarah Sultan Hasanuddin di Indonesia

Sultan Hasanuddin melanjutkan perjuangan ayahandanya melawan VOC yang menjelaskan monopoli perdagangannya di Indonesia bagian timur . VOC menganggap orang-orang Makasar dan Kerajaan Gowa sebagai penghalang dan saingan berat . Bahkan VOC menganggap sebagai musuh yang sangat berbahaya .

Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa ketika Belanda sedang berusaha menguasai hasil rempah-rempah dan monopoli hasil perdagangan wilayah timur Indonesia . Salah satu caranya adalah melarang orang Makasar berdagang dengan musuh-musuh Belanda seperti Portugis dsb .

Tentu saja keinginan belanda ditolak mentah-mentah Raja gowa . Kerajaan Gowa menentang dengan keras hak monopoli yang hendak dijalankan VOC , Sultan Alaudin , Sultan Muhammad Said , dan Sultan Hasanuddin berpendirian sana , Bahwa tuhan meciptakan bumi dan lautan untuk dimiliki dan dipakai bersama .

Itu sebabnya Kerajaan Gowa menentang usaha monopoli VOC dan ini yang membuat Voc berusaha untuk menghancurkan dan menyingkirkan Kerajaan Gowa , Kerajaan Gowa pada saat itu merupakan kerjaan terbesar ysng menguasai jalur perdagangan .

Peperangan Melawan Belanda dan Perjanjian Bongaya

Dalam perjalanannya , terjadi pertempuran yang berlangsung di medan perang Sulawesi Selatan antara orang-orang Makasar yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin dengan VOC dipimpin Laksamana Spellman .

Tahub 1666 , di bawah kepemimpinan Laksamana Cornelis Spellman , Belanda berusaha menundukkan kerajaan – kerajaan kecil , tetapi mereka belum berhasil menundukkan Kerajaan Gowa . Karena Sultan Hasanuddin berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan – kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Belanda .

Pertempuran – pertempuran terus berlangsung begitu pula selalu diadakannya berbagi perjanjian perdamaian dan gencatan senjata , namun selalu dilanggar oleh VOC dan merugikan Kerajaan Gowa .

Pada saat peperangan Belanda terus menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah . Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bungaya , Pada 18 November 1667

Setelah merasa Perjanjian bungaya itu sangat merugikan bagi rakyat dan Kerajaan Gowa , akhirnya pada 12 April 1668 perang kembali pecah .

Sultan Hasanuddin memberikan perlawanan sengit . Bantuan tentara dari luar , menambah kekuatan pasukan Belanda , hingga akhirnya berhasil menerobos benteng terkuat Kerajaan Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 24 Juni 1669 .

Sultan Hasanuddin Turun Tahta

Setelah kekalah yang di derita Kerajaan Gowa dan mundurnya Sultan Hasanuddin dari Benteng Sombaopu ke Benteng Kale Gowa , maka usaha Spellmen memecah belah persatuan Kerajaan Gowa terus dilancarkan .

Usaha ini berhasil , setelah diadakan ” pengampunan umum ” . Siapa yang mau menyerah diampuni Belanda . Beberapa pembesar kerajaan menyatakan menyerah . Karaeng Tallo dan Karaeng Lengkese menyatakan tunduk pada Perjanjian Belanda .

Sultan Hasanuddin sudah bersumpah tidak akan sudi bekerja sama dengan penjajah Belanda . Pada taggal 29 Juni 1669 Sultan Hasanuddin meletakkan jabatan sebagai Raja Gowa ke-16 setelah selama 16 tahun berperang melawan penjajah dan berusaha memepersatukan kerajaan Nusantara.

Sebagai penggantinya ditunjuk putra nya I Mappasomba Daeng Nguraga Bergelar Sultan Amir Hamzah . Sesudah turun tahta , Sultan Hasanuddin banyak mencurahkan waktunya sebagai pengajar Agama Islam dan berusaha menanamkan rasa kebangsaan dan persatuan .

Wafatnya Sultan Hasanuddin

Pada hari kamis tanggal 12 juni 1670 bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1081 Hijrah . Sultan Hasanuddin wafat usia 39 tahun . Beliau dimakamkan disuatu bukit di pemakaman Raja-raja Gowa di dalam benteng Kale Gowa di Kampung Tamalate.

I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Sultan Hasanuddin Tumenanga RI Balla’Pangkana telah tiada . Tetapi semangatnya tetap berkobar di dada setiap insan bangsa yang mendambakan perdamaian dan kebebasan di Bumi Pancasila ini .

Nama Sultan Hasanuddin abadi dalam dada . Menghormati jasanya dengan mengabadikan namanya menjadi nama jalan pada hampir disetiap Kota di Nusantara . Universitas Hasanuddin sebagai salah satu universitas termuka di Indonesia bagian Timur , mempergunakan namanya dan memakai lambangnya “Ayam Jantan Dari Timur ” .

Komando Daerah Militer ( KODAM ) XIV Hasanuddin mengabadikan namanya dan menjadikan semboyang ” Abbatireng RI Pollipukku” ( setia pada Negeriku ) . Dan dengan keputusan Presiden RI No.087?TK?tahun1973 tanggal 6 Novembar 1973 . Sultan Hasanuddin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional . Untuk menghargai jasa-jasa kepahlawanannya .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *